Sabtu, 29 Agustus 2015

Pola Makan Sehat Ala Rasulullah

pola-makan

AKHLAK dan prilaku Nabi Muhammad SAW memang sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT, untuk dijadikan suri tauladan bagi seluruh aspek kehidupan umat. Termasuk pola makan yang dilakukan oleh Rasulullah, patut untuk kita contoh, mungkin masalah ini tampak sederhana, namun ternyata itu sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh.
Terbukti, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hanya dua kali mengalami sakit semasa hidupnya. Itu pun bukan karena kesalahannya tidak menjaga kesehatan. Sakit yang pertama terjadi ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam diberi racun oleh seorang perempuan Yahudi saat berada di Madinah. Sakit yang kedua terjadi saat Ia akan dijemput malaikat maut menjelang ajalnya. Selebihnya, Rasulullah menjalani hidupnya dengan sehat, kuat dan bugar. Berikut ini merupakan menu makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam agar Sehat, berkah, dan mendapatkan amal.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membiasakan diri untuk bangun sepertiga malam untuk menghirup udara yang masih segar. Ini merupakan asupan pertama untuk tubuh Rasulullah SAW sebelum menunaikan shalat Subuh. Ternyata kebiasaan Nabi Muhammad ini menurut pakar kesehatan baik untuk optimalisasi proses metabolisme di dalam tubuh. Pasalnya udara yang dihirup pada sepertiga malam sebelum Subuh masih bersih dan belum bercampur dengan zat berbahaya. Ini juga membantu menunjang vitalitas dalam menjalani aktivitas seharian.
Mulut dan Gigi merupakan organ yang penting, dan selalu dijaga oleh Rasulullah SAW. Untuk urusan ini, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menggunakan siwak, yakni dahan atau akar dari pohon Salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut. Rasulullah memang sangat perhatian dengan organ untuk mengunyah makanan ini. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
Pada pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan madu dan air putih. Memang khasiat madu sangat banyak untuk kesehatan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an dan penelitian para ahli. Al-Quran menjelaskan bahwa madu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
Menjelang waktu siang, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Rasulullah baru makan makanan yang cukup berat di sore hari, yakni roti yang dicampur dengan minyak zaitun dan cuka. Ini berfungsi mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.
sumber : https://www.islampos.com/pola-makan-sehat-ala-rasulullah-187699/

Cara Hidup Sehat dengan Mengamalkan Sunnah

surga-dunia


Amalkan sunnah maka hidup sehat menanti Anda, benarkah? Tidak diragukan, Islam adalah agama yang mengajarkan hidup sehat. Jika selama ini ada slogan yang terkenal “pencegahan lebih baik dari pengobatan,”  ternyata sejak empat belas abad yang lalu aplikasi dari slogan itu telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tanamkan kepada para shahabatnya. Mari perhatikan hal-hal berikut:
a)  Menjaga kebersihan dan kesucian:
{ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ} [المدثر: 4]
Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al Mudatstsir: 4).
Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata:
{ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ } أي: اغسلها بالماء.
“Maksud “Dan pakaianmu bersihkanlah” adalah basuhlah dengan air.”
Ibnu Zaid rahimahullah berkata:
كان المشركون لا يتطهرون، فأمره الله أن يتطهر، وأن يطهر ثيابه.
“Dahulu orang-orang musyrik kebiasaan mereka tidak bersuci, maka Allah memerintahkan agar bersuci dan membersihkan pakaiannya.” (Lihat tafsir Al Quran Al Azhim).
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir, ayat ini mencakup seluruh perkara itu bersamaan dengan kesucian hati.” Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim di dalam ayat ini.
عَنْ أبي مالِكٍ الأشْعَريِّ – رضي الله عنه – قالَ :قالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( الطُّهورُ شَطْرُ الإيمانِ ،)). رواه مسلم
“Abu Malik Al Asy‘ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Bersuci adalah setengah dari keimanan” HR. Muslim
Ibnu Al Atsir rahimahullah berkata,
لأنَّ الإيمانَ يُطهِّر نجاسةَ الباطن والطَّهورَ يُطهِّر نجاسة الظاهر
“Karena keimanan membersihkan kotorannya batin dan bersuci dengan air membersihkan kotoran lahir.” (Lihat kitab An Nihayah Fi Gharib Al Hadits).
عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: طهروا هذه الأجساد طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه ملك في شعاره لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا.
“Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatau malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Ath Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab shahih Al Jami’, no. 3936).
b) Mandi
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال « حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِى كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ»
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wajib bagi setiap muslim untuk mandi di setiap tujuh hari, sehari dia membasuh kepada dan badannya di dalamnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Bukhari).
Maksud hadits adalah: suatu kelaziman dan keharusan bagi setiap muslim minimal dalam seminggu dia harus mandi membersihkan kotoran di tubuhnya dan kepalanya, dan yang dimaksud sehari disini adalah hari Jumat sebagaimana dalam beberapa riwayat seperti riwayat Imam Ahmad dan Ath Thahawy.
c) Menghilangkan kotoran, bakteri dan kuman dengan memotong kuku, menghabiskan bulu ketiak, bulu kemaluan, berkhitan, menipiskan kumis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ»
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Makna fitrah di dalam hadits adalah: asli penciptaan, agama, dan sunnah (syariat Islam).
Imam An Nawawi rahimahullah berkata,
. قَالَ النَّوَوِيّ وَتَفْسِير الْفِطْرَة هَاهُنَا بِالسُّنَّةِ هُوَ الصَّوَاب؛ لأنَّهُ وَرَدَ فِي رِوَايَة مِنْ السُّنَّة قَصُّ الشَّارِب وَنَتْف الإبِط وَتَقْلِيم الأظْفَار، وَأَصَحُّ مَا فُسِّرَ بِهِ غَرِيب الْحَدِيث تَفْسِيره بِمَا جَاءَ فِي رِوَايَة أُخْرَى اِنْتَهَى.
“Tafsiran Al Fithrah dengan makna As Sunnah adalah pendapat yang benar, karena diriwayatkan dari sunnah bahwa menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak atau memotong kuku-kuku, dan tafsiran yang paling benar di dalam menfsirkan kata-kata yang sing di dalam hadits adalah dengan riwayat lain.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.
Maksudnya adalah siapa yang mengerjakan 5 hal ini maka dia dia atas keaslian yang Allah ciptakan atasnya dan perintahkan kepadanya, berkata As Suyuthi rahimahullah:
وَقَالَ أَبُو شَامَة أَصْل الْفِطْرَة الْخِلْقَة الْمُبْتَدَأَة ، وَالْمُرَاد بِهَا هُنَا أَنَّ هَذِهِ الأشْيَاء إِذَا فُعِلَتْ اِتَّصَفَ فَاعِلُهَا بِالْفِطْرَةِ الَّتِي فَطَرَ الله الْعِبَاد عَلَيْهَا وَحَثَّهُمْ عَلَيْهَا وَاسْتَحَبَّهَا لَهُمْ لِيَكُونُوا عَلَى أَكْمَل الصِّفَات وَأَشْرَفهَا صُورَة
“Berkata Abu Syamah: asal kata fithrah adalah ciptaan yang asal, dan maksudnya di dalam hadits ini adalah bahwa perkara ini jika dilakukan maka pelakunya telah bersifat fitrah yang Allah fithrahkan kepada hamba-hamba-Nya, dan perintahkan serta anjurkan untuk itu kepada mereka agar mereka berada dalam sifat yang sempurna dan rupa yang paling mulia.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.
d) Mencuci tangan terutama setelah bangun tidur
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ».
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke bejana sampai dia membasuhnya tiga kali, karena sesungguhnya dia tidak mengetahui dimanakah tangannya bermalam.” (HR. Muslim).
e) Pola dan tata cara makan
Perut sumber penyakit:
الْمِقْدَامَ بْنَ مَعْدِيكَرِبَ رضي الله عنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِىِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِىَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ». ابن ماجه
“Al Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungngya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas.” HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265.
Membagi minuman atau Bernafas ketika minum
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ كَانَ رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- يَتَنَفَّسُ فِى الشَّرَابِ ثَلاَثًا وَيَقُولُ « إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ»
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambernafas ketika minum sebanyak tiga kali, beliau bersabda: “Sesungguhnya ini lebih Arwa (menghilangkan haus), Abra (melepaskan penyakit) , Amra”  (HR. Bukhari dan Muslim).
Bernafas ketika minum artinya adalah: ketika minum beliau bernafas, kemudian minum lagi kemudian bernafas kemudian minum lagi dan bernafasnya dilakukan diluar tempat minumnya.
Makna Arwa, Abra, Amra:
Berkata Al Mubarakfury rahimahullah:
قَالَ النَّوَوِيُّ مَعْنَى أَبْرَأُ أَيْ أَبْرَأُ مِنْ أَلَمِ الْعَطَشِ وَقِيلَ أَبْرَأُ أَيْ أَسْلَمَ مِنْ مَرَضٍ أَوْ أَذًى يَحْصُلُ بِسَبَبِ الشُّرْبِ فِي نَفْسٍ وَاحِدٍ انْتَهَى
وَقَالَ الْحَافِظُ فِي الْفَتْحِ أَبْرَأُ بِالْهَمْزِ مِنَ الْبَرَاءَةِ أو من البرء أي يبرىء مِنَ الْأَذَى وَالْعَطَشِ وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَبِي دَاوُدَ أَهْنَأُ بَدَلَ قَوْلِهِ أَرْوَى مِنَ الْهَنَأِ
قال والمعنى أنه يصير هنيا مريا بريا أَيْ سَالِمًا أَوْ مَبْرِيًّا مِنْ مَرَضٍ أَوْ عَطَشٍ وَيُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ أَنَّهُ أَقْمَعُ لِلْعَطَشِ وَأَقْوَى عَلَى الْهَضْمِ وَأَقَلُّ أَثَرًا فِي ضَعْفِ الأعْضَاءِ وَبَرْدِ الْمَعِدَةِ.انْتَهَى كَلامُ الْحَافِظِ .
“An Nawawi berkata: “Makna Abra adalah lebih cepat sembuh dari penyakit bersin dan di katakana pendapat lain makna Abra adalah lebih selamat dari penyakit apapun atau gangguan apapun yang terjadi akibat minum dalam satu kali nafas.”
Al Hafizh di dalam kitab Al Fath berkata: “Abra dengan huruf hamzah di depannya berasal dari terlepas dari penyakit, pilek dan terdapat di dalam riwayat Abu Daud Ahnaa sebagai pengganti dari Arwa, yang berarti kenyamanan,”
Beliau juga berkata: “dan maknanya dia menjadi selamat atau terlepas dari penyakit atau pilek dan diambilkan dari itu bahwa dia kebih menghilangkan bersin dan lebih kuat untuk pencernaan dan lebih sedikit memberi pengaruh pada kelemahan anggota tubuh dan dinginnya lambung.” (Lihat kitab Tuhfat Al Ahwadzi).
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ وابن عباس- رضى الله عنهم – نَهَى النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُشْرَبَ مِنْ فِى السِّقَاءِ.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shalallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk minum dari mulut teko.” (HR. Bukhari).
Ditakutkan dari minum dengan cara seperti ini ada sebuah kotoran atau binatang yang keluar dari mulut teko tersebut tanpa diketahui sebelumnya, apalagi jika tekonya berwarna gelap atau tidak bisa dilihat apa yang ada di dalam teko tersebut.
Ayyub rahimahullah berkata:
فَأُنْبِئْتُ أَنَّ رَجُلاً شَرِبَ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَخَرَجَتْ حَيَّةٌ.
Aku pernah diceritakan bahwa seseorang minum dari mulut teko lalu yang keluar adalah ular.” (HR. Ahmad).
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ «أَهْرِقْهَا». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ».
Abu Said Al Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam minuman, maka seseorang berkata: “Ada kotoran yang aku lihat di dalam tempat minuman?”, beliau bersabda: “Tumpahkanlah dia”. Lalu lelaki itu berkata lagi: “Sesungguhnya aku tidak puas minum jika tidak dari satu nafas?”, beliau bersabda:“Kalau begitu, jauhkanlah teko dari mulutmu,”(HR. Tirmidzi).
Di dalam kitab Zaad Al Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah banyak sekali disebut gaya makan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti:
  • minum madu yang sudah dicampur dengan air dingin
  • makan manisan dicampur dengan madu
  • menyukai daging unta, kambing, ayam, keledai liar, kelinci, sea food.
  • menyukai daging bakar
  • mencampur antara ruthab (kurma matang yang segar) dengan tamr (kurma kering)
  • makan kurma dengan roti
  • minum susu murni atau yang sudah dicampur
  • makan semangka dicampur dengan kurma ruthab
  • makan roti dicampur dengan cuka
  • dan lain-lainnya.
f) Menyikat gigi dan membersihkan mulut
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siwak membesihkan mulut dan mendatangkan keridhaan untuk Rabb.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, 3695).
عَنْ أَبَي هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ «لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ كل صلاة بوضوء ومع كل وضوء بِسِّوَاكِ»
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau aku tidak memberatkan atas umatkau maka aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat dengan wudhu dan setiap kali wudhu.” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 200).
g) Menutup tempat makanan dan minuman yang terisi
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِى السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ ».
“Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim).
h) Menjaga kebersihan lingkungan
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «اتَّقُوا اللاَّعِنَيْنِ» قَالُوا وَمَا اللاَّعِنَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ ظِلِّهِمْ»
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Jauhilah  dua perkara yang mendatangkan laknat”, para shahabat radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Apakah dua perkara yang mendatangkan laknat, wahai Rasulullah?”, beliau bersabda:“Yang buang hajat di jalan manusia atau di tempat berteduh mereka.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2348).
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِى الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ».
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian sekali-kali pernah kencing di air yang menggenang kemudian dia mandi darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
عن سعد رضي الله عنه يقول قال رسول االله صلى الله عليه وسلم (طهروا أفنيتكم فإن اليهود لا تطهر أفنيتها)
“Dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersihkanlah pekarangan kalian karena sesungguhnya kaum yahudi tidak membersihkan pekarangan mereka.” (HR. Ath Tahbarani dan dihasankan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 3935).
Kawan pembaca … Amalkan sunnah maka hidup sehat menanti Anda, dengan kehendak Allah Ta’ala.
*) Ditulis Sabtu, 5 Rabi’ul Awwal 1433H Dammam KSA.

Minggu, 23 Agustus 2015

Demo Produk Deep Sea Fish Oil Green World

Demo Produk Deep Sea Fish Oil Green World
1.Steroform dimasukkan dalam air dan diberi Produk Deep Sea Fish Oil Green World
2.Kita lihat reaksi dalam 10 menit kemudian
3.Sebentar lagi Steroform akan luruh dan siap dibuang. Dan  proses ini, seperti saat Produk Deep Sea Fish Oil Green World menggelontor kerak-kerak kolesterol, lemak jahat dalam tubuh.
4.Steroform  sangat luruh
5.Steroform  sangat luruh dan siap untuk dibuang
6.Steroform akan benar-benar diluruhkan seperti minyak,dan akhirnya dibuang lewat keringat, air seni, buang air besar (bab)

Bukti pengiriman Hj.Sunniah, S.Pd


Manfaat dari sprirulina green world


Demo produk blueberry juice


Demo Blueberry juice, sangat terbukti kebaikan Blueberry juice untuk tubuh kita..
BB juice yang mengandung anti oksidan tinggi, shg bagus untuk menetralisir zat yg tdk bagus bagi tubuh, seperti hasil reaksi bahan pengawet di mie instan dengan kandungan iodium betadine..

Lengkapnya Produk Green World

Produk Green World Lengkap
Banyak produknya
Dan sesuai dengan kebutuhan yang di butuhkan dalam keluarga

Jumat, 07 Agustus 2015

8 Tips Hidup Sehat Ala Rasul

Sample Image
“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab [33]: 21).

Banyak yang mengatakan sehat itu mahal, padahal justru sehat itu murah, sakit lah yang mahal! Penting bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sakit. Salah satunya adalah dengan mencontoh apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah.
“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Apa sajakah tips kesehatan Rasulullah?
1.Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya.
Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam.
Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.

2. Rasulullah sering berpuasa
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa… Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Puasa luar biasa ajaib karena dapat menyembuhkan ratusan jenis penyakit lainnya seperti:
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit diabetes
- Penyakit asma dan saluran pernapasan
- Penyakit jantung dan pengerasan arteri
- Puasa menyembuhkan penyakit hati tanpa efek samping
- Menyembuhkan penyakit kulit khususnya alergi dan al-okzma kronis
- Puasa mencegah penyakit paru-paru
- Mencegah penyakit kanker
- Puasa dianggap sejata paling ampuh dalam dunia kedokteran

3. Tidak pemarah
Nasihat Rasulullah:”Jangan marah”, diulangi tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kekuatan seseorang bukanlah terletak pada jasad, tetapi pada kebersihan jiwa. Tidak mudah marah juga terbukti menyehatkan tubuh.
4. Jaga kebersihan
Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi . Rosul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq sampai sekarang dianut oleh umatnya.
5. Menjaga Pola Makan
Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Pada dasarnya, madu bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
 “Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.
“Rasulullah saw bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)
Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.
6. Berolahraga
Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertanding gulat, juga memanah.
Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).
7. Bersosialisasi
Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

Kita semua mengetahui bahwa Rasulullah memiliki banyak sahabat dan senantiasa menjaga silaturahim dengan karib kerabat serta bertetangga dengan baik, bersosialisasi juga merupakan salah satu tips menjaga kesehatan ala Rasulullah yang patut kita tiru.
8. Berbekam
Said bin Jubir  berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas." (HR. Bukhori)     *dari berbagai sumber


sumber artikel : http://ummi-online.com/

Selasa, 04 Agustus 2015

4 jenis radang

Sendi merupakan daerah persambungan antar tulang. Sendi yang sehat memungkinkan kita bergerak secara bebas dan aktif. Pada kondisi tertentu, sendi dapat mengalami peradangan atau yang secara medis dikenal dengan nama arthritis. Hingga kini, terdapat sekitar 200 jenis arthritis yang diketahui. Artritis dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, jenis kelamin, dan ras.
Secara umum gejala yang timbul pada artritis hampir serupa, yakni sendi yang nyeri, bengkak, kaku, disertai penurunan rentang gerak anggota tubuh. Akibatnya tubuh tidak dapat bergerak bebas dan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berjalan kaki atau naik tangga. Gejala radang sendi tersebut dapat hilang timbul, dalam derajat ringan, sedang, hingga berat.
Dari beragam jenis arthritis, 4 tipe berikut merupakan jenis arthritis yang paling sering dialami, antara lain:
1. Osteoarthritis
Merupakan bentuk arthritis yang paling sering dijumpai, terutama pada orang tua di atas 60 tahun. Seiring dengan proses penuaan, kartilago (tulang rawan) yang merupakan bantalan sendi akan menipis sehingga tulang akan saling bertemu atau bergesekkan, lalu memicu rasa nyeri, bengkak, dan kaku.
Pada osteoarthritis derajat ringan dan sedang.

Fokus penanganan osteoarthritis:
  • Menjaga kebugaran tubuh, dengan melakukan aktivitas fisik rutin yang diimbangi dengan istirahat
  • Membantu penderita melakukan kegiatan fisik, dengan alat bantu ortosis.
  • Menguatkan otot di sekitar sendi agar lebih kuat menopang beban tubuh
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Mengurangi peradangan dan nyeri, dengan obat golongan anti-inflamasi, steroid intraartikular, atau dengan kompres hangat (untuk mengurangi ketegangan otot) dan dingin (mengurangi radang dan nyeri), serta menghindari gerakan repetitif pada satu sendi.
Pada osteoarthritis derajat berat, umumnya kegiatan fisik amat terbatas dan terjadi penurunan kualitas hidup. Prinsip-prinsip penanganan yang telah disebutkan di atas dapat membantu meringankan gejala, namun sering kali diperlukan penggantian sendi tubuh melalui operasi.
Pengurangan risiko osteoartritis dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan menjaga tubuh tetap aktif, menjaga berat badan ideal, serta menghindari cedera dan gerakan repetitif yang berlebihan pada satu sendi.
2. Rheumatoid Arthritis
Sistem imun tubuh berperan melindungi tubuh dari hal-hal asing yang bersifat merusak, melalui proses peradangan di mana terjadi perlawanan terhadap zat-zat asing tersebut. Namun pada kasus rheumatoid arthritis, proses peradangan tidak terjadi di tempat yang seharusnya dan justru menyerang sendi dan menyebabkan peradangan pada sendi, memicu erosi dan kerusakan pada organ tubuh lainnya. Hal ini merupakan proses autoimun, yang diyakini dipicu oleh kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang dimaksud adalah merokok.
Pada kasus autoimun ini, dibutuhkan deteksi dini dan terapi yang agresif agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Penanganannya ditujukan untuk menekan proses peradangan dengan golongan obat antiinflamasi non-steroid, Disease-Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD), serta fisioterapi atau operasi untuk memperbaiki deformitas (perubahan  bentuk) yang terjadi.
3. Septic Arthritis
Merupakan peradangan sendi yang dipicu oleh kumanyang menginfeksi bagian tubuh tertentu, masuk ke dalam aliran darah, kemudian masuk ke daerah sendi. Umumnya terjadi pada jaringan sendi yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya. Contoh organisme pemicu infeksi antara lain bakteri Staphylococcus aureus, salmonelladan shigella (akibat keracunan atau kontaminasi makanan), chlamydia dan gonorrhea (akibat penyakit menular seksual), dan virus hepatitis B dan C.
Penanganannya ditujukan untuk mengatasi infeksi dan mencegah perkembangan infeksi ke daerah sekitarnya dengan pemberian antibiotik, aspirasi cairan sendi, atau drainase sendi yang terinfeksi.
4. Artritis Pirai (Gout)
Purin adalah substansi alami yang ditemukan di dalam sel tubuh dan dapat diperoleh dari makanan. Purin berperan dalam struktur kimia gen tubuh makhluk hidup. Di dalam tubuh, purin akan dipecah lebih lanjut menjadi asam urat.
Kadar asam urat yang berlebihan di dalam tubuh dapat dikarenakan dua faktor: 1) Produksi yang berlebihan oleh tubuh, dan 2) Gangguan pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Asam urat dapat menumpuk dalam tubuh dan membentuk kristal asam urat pada sendi, sehingga memicu rasa nyeri ketika sendi digerakkan. Apabila kadar asam urat tidak segera diturunkan, dapat timbul penyakit kronik dan kecacatan.
Penanganan ditujukan untuk mengembalikan kadar normal asam urat dengan obat golongan penghambat xantin oksidase (allopurinol) atau obat urikosurik. Untuk mengurangi nyeri dan peradangan, bisa dengan obat antiinflamasi non-steroid dan diet rendah purin.
sumber: klikdokter.com

Sakit usus buntu

Pernahkah Anda pernah mendengar istilah dari usus buntu?
Usus buntu atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah ‘appendisitis’ adalah peradangan dari usus buntu atau apendiks.
Seluk Beluk Sakit Usus BuntuKejadian ini cukup umum dialami oleh populasi umum, oleh karena itu pengetahuan tentang penyakit ini perlu Anda ketahui.
Apa gejala apendisitis?
Gejala klasik dari usus buntu adalah nyeri tiba-tiba di daerah sekitar pusat pada fase awal.
Selain itu, pasien juga dapat mengeluh mual, muntah dan demam. Selain itu, nyeri perut juga juga dapat berpindah ke bagian perut kanan bawah.
Apabila peradangan usus buntu ini pecah, maka akan meny
ebabkan materi usus mengkontaminasi rongga perut.
Dinding abdomen akan terasa tegang dan nyeri. 
Apa faktor risiko dari apendisitis?
Apendisitis paling umum terjadi pada usia dekade kedua dan ketiga. Selain itu kebersihan juga mempengaruhi terjadinya peradangan usus buntu.
Pada keadaan lingkungan yang bersih maka akan mengurangi kemungkinan terjadinya peradangan pada usus yang juga pada akhirnya menyebabkan peradangan usus buntu.

Nyeri perut pada usus buntu umumnya berawal di regio sekitar pusat dan menjalar ke kanan bawah setelah beberapa jam.
Nyeri perut akibat sakit maag umumnya berada di daerah ulu hati, disertai gejala seperti perut penuh, dan mual.
Nyeri akibat batu empedu umumnya terjadi tiba-tiba dan dicetuskan oleh makanan berlemak. 
Apa pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu diagnosis apendisitis?
Pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk membantu  dalam menegakkan diagnosis adalah pemeriksaan darah, dan pemeriksaan radiologis.
Pemeriksaan  radiologis yang awalnya dilakukan adalah pemeriksaan foto abdomen dan USG perut.
Apa penanganan dari apendisitis?
Terapi utama dari apendisitis adalah pembedahan. Selain itu dokter juga dapat memberikan berbagai pengobatan lain, salah satunya adalah antibiotik.
sumber: klikdokter.com